DUKUN VILLAGE™

Televisi=Teman Terburuk

Rabu,Desember 5, 2007 · & Komentar

Ada sebuah penelitan dari Tim Penggerak PKK Surabaya yang dimuat Antara bahwa acara televisi (TV) yang aman ditonton anak-anak hanya sekitar 15 persen, lah yang 85 persen lagi tidak aman bukankah seharusnya tidak ditonton bahkan seharusnya tidak ditayangkan jika KPI dan LSF lebih tegas lagi bekerja. Sebetulnya banyak sekali yang menyuarakan tentang bahaya TV bagi anak, TV yang sebetulnya sangat dibutuhkan sebagai sarana penyaji informasi dan juga media hiburan saat ini dianggap lebih banyak bahayanya daripada manfaat yang bisa didapat.
TV menjadi semakin berbahaya dengan lebih banyaknya pasangan suami istri yang bekerja, otomatis anak di rumah hanya akan menyantap dan bersabat dengan TV tanpa ada filternya atau kontrol dari orang tua. Salah satu dari dampak buruk TV bagi anak adalah obesitas karena selama nonton TV anak tentu akan bergerak sangat minimal ini menyebakan terjadinya ketidak seimbangan energi yang masuk dan digunakan karena selama nonton TV anak biasanya ngemil. Obesitas ini tidak hanya berakibat buruk bagi kesehatan dengan seabreg penyakit yang bisa dipicunya tapi ternyata juga mempengaruhi psikologis anak jika terbawa hingga dewasa.
Bagi anak remaja atau yang sedang beranjak remaja tayangan hiburan yang biasanya di isi dengan tayangan sinetron yang kebanyakan hanya berisi kekerasan, cinta dan misteri kebanyakan tidak memberikan pesan moral yang sehat kepada para penontonnya, apa jadinya remaja kita yang sedang beranjak dewasa yang sedang dalam tahap perkembangan untuk mencari identitas disodori dan dicekoki setiap hari dengan penyimpangan-penyimpangan “bintang sinetron” yang sebetulnya sangatlah tidak pantas dalam kehidupan nyata mereka kemas dan dilakonkan seakan-akan itu adalah hal yang wajar. Lambat laun akan tertanam dalam otak kecil para remaja dan anak-anak kita bahwa segala penyimpangan (kekerasan, kejahatan dan seks bebas para lakon sinetron) adalah hal yang wajar dilakukan. Saat ini mulai terlihat hasil pembelajaran “Guru yang jahat” ini, ada anak smp yang menculik dan menghajar teman sekelasnya hanya karena masalah cewek, juga genk-genk di sekolah (ini pasti bukan niru sinetron?) lihat juga gaya pacaran remaja di sekitar kita (atau kita sendiri?) yang sering tanpa batas (seks bebas) kalau dulu hanya beredar dari mulut ke mulut kini video adegan mesumnya sudah beredar (ini juga pasti bukan karena niru sinetron tapi niru temannya yang sudah tercuci otaknya oleh gaya hidup bebas yang mereka tonton tiap hari).
Yang paling dirugikan dengan TV yang semakin jahat tentu saja kita para konsumen, sedangkan para pembuat sinetron (PH) dan para pengiklan hanya memikirkan keuntungan yang mereka dapat walau mereka berdalih sinetron ini juga menghidupi banyak orang tapi seharusnya gak sak enake dewe bikin sinetron (Lagi-lagi kita butuh pemerintah untuk mengatur ini) dengan larisnya sinetron-sinetron yang hanya mengajarkan pola hidup dari antah berantah yang di telan habis-habis tanpa sisa. LSF dan KPI pun jadi mandul kena siasat mereka, seperti sineetron-sinetron kejar tayang kapan nyensornya??belum lagi tayangan yang seharusnya untuk konsumsi dewasa yang biasanya ditayangkan untuk tontonan keluarga (katanya bisa menyebabkan pendewasaan yang prematur), KPI kudu tegas karena mereka yang punya wewenang atas pelanggaran (apa emang ada KKN ya soalnya pasti melibatkan udang seng uakeh) biar para PH gak menjelma menjadi Untochable, buat para pekerja seni jangan hanya demo penjurian film indonesia atau gara-gara terhalang kreativitas berkarya atau kebebasan berkarya atau demo-demo lainnya, tapi perbaiki juga “barang buatan” kalian.Biar gak semakin merosot moral bangsa ini.
Buat yang masih setia nonton TV mbok yo TONTONAN ITU JANGAN DIPAKE SEBAGAI TUNTUNAN moso ga iso cari tuntunan yang laen…..

/dari berbagai sumber,

(mbuuhh Dajjal kok keluyuran sampek melbu-melbu omah ayu-ayu pisan ga serem matane ga siji nang batuke, *butek gara-gara arek sak kantor nonton Cinta Laura di Dorce Show ke 3000 yang keliatan gak pake BH* ruame pol, paling sengojo cek tambah ngetop yo)

Kategori: Kata Hati · koleksi dewasa
Ditandai: , ,

2 tanggapan so far ↓

  • vin // Kamis,Desember 6, 2007 pada 6:30 am

    ‘tv memang benda elektronik yang lebih bermanfaat jika dimatikan’

    begitulah omelan kami tentang efek tv yg g karuan
    :)

    betol!! kok ga sekalian buat akuarium aja:)

  • kuchikuchi // Sabtu,Desember 15, 2007 pada 1:31 am

    butek gara-gara arek sak kantor nonton Cinta Laura di Dorce Show ke 3000 yang keliatan gak pake BH

    haha..yang bener nih?? btw saya setuju, paling males deh nonton tivi lama2, langsung kerasa efek penurunan IQ-nya hihi
    kuchikuchi~~kayanya betul

    untung cuman menurun gak sampe melorot jatuh trus ke injek hehehe

Tinggalkan sebuah Komentar