DUKUN VILLAGE™

Limbah Beracun Online

Jumat,Desember 7, 2007 · & Komentar

Biar gak mampet dan banjir kaya jalanan di kota anda gara-gara sampah yang gak dibuang dengan benar karena memang lahnnya terbatas sudah waktunya otak anda pun punya tempat sampah di jaman udah maju gini semua serba digital apa yang gak bisa anda temukan di intenet, sampe tempat sampah online bagi otak anda aja ada.
Begitu banyak isi otak di kepala manusia yang membuatnya harus punya saluran pembuangan saat kepala sudah terasa penuh layaknya badan kita yang secara berkala mengeluarkan limbah dari anus kita. Bisa stres bin gendeng kalo semua hal yang kita ketahui kita rasakan kita dapatkan kita pikirkan hanya berputar dan memenuhi isi kepala kita bisa buntet dan banjir lokal di kepala juga bisa-bisa jadi cukil batu.
Dan ini nampaknya sebuah saluran pembuangan yang tepat, media hasil teknologi yang bernama blog yang menjadikan sesuatu yang dalam 2-3 tahun lalu masih sangat sulit (memiliki suatu halaman web yang bisa dilihat dan diakses oleh orang dari segala penjuru dunia bahkan isi dan tampilannya kita sendiri yang menentukan) sangatlah sulit bahkan hanya bisa dibayangkan oleh orang-orang yang tidak paham tentang HTML dan pemrogaman web kini lihat sendiri semuanya bisa melakukannya blogging!!
Blog yang pada awal kemunculannya hanya dianggap sebagai diary online kini menjelma menjadi suatu makhluk baru, orang tak hanya mengisinya dengan catatan pribadi dan perjalanannya, bisa berisi kritik, kemarahan, jualan, teknologi, pemikiran, renungan (anda lihat sendiri wes…apa saja yang ditulis para blogger).
Dan nampaknya blog inilah yang bisa mendekati bayanganku sebagai tempat pembuangan limbah, karena setiap orang ngeblog punya pasti punya sesuatu yang menari-nari di otaknya, motivasi dan pemikiran yang tentunya hanya dia sendiri yang tahu apa limbah (isi kepala/pemikiran/kepentingan atau apun tentang konsep blognya) di otaknya yang harus dibuang (disalurkan) bisa saja untuk menghasilkan uang bagi yang kreatif atau hanya agar tak mbundel di otak dan bikin loro ati, opo pengen punya komunitas dan kehidupan karena hidup di daratan sudah gak “nyaman” dan tidak menemukan maqom yang sesuai.
Yang namanya limbah dan pembuangan tentu isi dan kandungannya beda-beda, tak jauh beda dengan limbah dan sampah yang ada di sekitar kita dalam kehidupan nyata. Ada yang bisa menyuburkan tanah ada yang penuh racun bagi manusia dan lingkungan. Karena begitu bebasnya isi blog (ini memang tujuan utama para perintis blogger gak ada sensor pimpinan, pemerintah dsb) semua orang bisa menulis apa saja yang tujuannya bisa apa saja, ada yang memang membuang limbah beracun berbahaya bagi hati dan otak karena tidak memiliki intalasi pengolahan limbah (kaya pabrik-pabrik di sekitar kita, yang biar buang racun mematikan denda dan sanksinya ruingan puol-puolan) walau tidak jarang juga membuang limbah bermanfaat yang bisa berguna sebab diolah dengan benar untuk tujuan agar bisa dimanfaatkan dan berguna.
Jadi yang suka blogging kudu pinter-pinter memulung limbah, biar gak keracunan hati dan otak akhirnya bisa menggoyahkan keimanan (yang memang goyang-goyang naik turun kadang menghilang) kepribadian (yang latah dan mudah terprovokasi) keuangan (kalau tergiur bisnis online) dan lain-lain yang bisa anda tambahkan sendiri sesuai kemampuan otak dan intelektual anda.

Maaf, tidak bermaksud merendahkan anda yang merasa punya tujuan mulia dari hati terdalam dengan ikhlas dalam membuat blog -teruslah membuang sampah-sampah yang berguna- dan juga bila (pasti) ada yang menganggap blog adalah sesuatu yang lebih dari apa yang saya ungkapkan). Blog yang pertama saya kenal di sekitar tahun 2002 blogger.com yang kini sudah di miliki google, saat itu saya sempat mengulasnya untuk menyelesaikan TK yang bisa dapet nilai B+ padahal ndrembis pool dengan referensi (sampah yang sangat menyuburkan) utama dari http://enda.goblogmedia.com terima kasih banget, mungkin enda inilah blogger indonesia generasi pertama pertama yang tetap eksis dengan indoblog nya.

Kategori: Kata Hati · blog · informasi
Ditandai: , , ,

11 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar