DUKUN VILLAGE™

Moyang Kita Pengecut dan Pengkhianat

Minggu,Desember 16, 2007 · & Komentar

Kita ini adalah keturunan para pengecut dan pengkhianat, sebab semua orang pemberani sudah ditumpas Belanda dan Jepang saat mereka berani melawan menolak bekerjasama dan tidak mau tunduk dan diatur oleh bangsa asing …
Kita dijajah Belanda selama hampir 3 setengah abad menurut pelajaran sejarah, Kita semua yang lahir dan sekolah di Indonesia ini pasti tahu itu, kemudian datang Jepang yang katanya hanya berkuasa seumur jagung di Indonesia padahal umur jagung gak 3,5 tahun. Kalau ini dikaitkan dengan sikap dan budaya orang Indonesia jadi muncul banyak analisa dan kesimpulan mengapa bangsa kita jadi tertinggal dengan Negara-negara lain di dunia, mulai mental kita sebagai orang jajahan yang minder, orang jawa yang nerimo dan cenderung tidak mau bekerja keras sampai ada yang mengatakan kita tidak seberuntung Pakistan yang dijajah Inggris sebab mereka dapat warisan bahasa internasional yang menyebabkan mereka lebih bisa menggali ilmu dari lieratur Inggris atau juga membuat karya tulis dalam bahasa Inggris tidak seperti Negara kita yang diwarisi bahasa Holland yang kurang ngetop digunakan di dunia internasional.
Yang agak ekstrim analisa dari kawan saya seorang anak kolong dari Kesatrian Malang yang beristrikan wanita dari Tebuwung, teman yang satu ini gak tamat kuliah, kerjanya saya anggap lurus sebab disaat teman-teman seprofesinya sibuk membicarakan mobil baru mereka dia tetap setia dengan RC 100-nya malah sibuk berpindah-pindah tempat kerja (karena sering berbenturan antara idealisme dan kepentingan bisnis yang sekarang memang lebih kuasa di dunia kerjanya) dan ngompori mahasiswa untuk demo setiap melihat ada penyimpangan penguasa. Bahwa segala macam kekacauan dan ketidak beresan Negara kita disebabkan penghuninya adalah keturunan para pengecut dan pengkhianat yang suka menjilat untuk bertahan hidup dan mendapat kekuasaan dengan mengorbankan sesame dan menghalakan segala cara.
Alasannya adalah tentang selalu keoknya para pejuang pemberani dan gagah perkasa kita yang sakti mondroguno yang punya rajah puluhan meter, jimat dan ajian sakti yang di dapat dari kiai sampe dukun yang selalu bermula dari adanya pengkhianat atau musuh dalam selimut yang tergiur iming-iming kekayaan atau kekuasaan. Juga kecerdikan Belanda memecah belah bangsa sehingga semua perjuangan untuk mengusir Belanda selalu berakhir dengan tewasnya para pejuang atau tertangkapnya sang Lakon yang mengakhiri perjuangannya. Dengan pintar Belanda menggunakan pasukan bayaran dari suku Jawa dan Madura juga Ambon untuk memerangi Kaum Paderi di Minangkabau juga perlawanan Pangeran Diponegoro yang berakhir dengan tertangkapnya beliau karena dikhianati dalam sebuah perundingan. Jadi habislah para pemberani dan jagoan negeri kita mulai Sakera, Si Pitung, Kapiten Pattimura, Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Trunojoyo dan para pemberani lainnya sehingga yang tersisa adalah raja dan pangeran pengecut dan pengkhianat yang suka menjilat yang mempunyai keturunan anak cucu yaitu kita-kita dan kalian-kalian.
Jadi wajar saja kalau Negara ini kacau balau dengan aneka skandal penipuan, korupsi, jual beli jabatan, penguasa yang lupa dengan berbagai macam janji kepada rakyat dan pendukungnya. Belum lagi banyaknya orang yang curang menghalalkan segala cara demi perutnya sendiri tanpa memikirkan akibatnya bagi masyarakat apalagi bagi bumi ini seperti para penjual hutan, apa itu tidak sama saja dengan berkhianat menjual bangsa atau menjilat mengorbankan sesama demi kekuasaan dan kekayaan? sebab memang penghuni negeri ini adalah keturunan para pengecut dan pengkhianat yang suka menjilat ditambah lagi sejak kecil dijejali dengan dongeng si kancil yang penuh akal bulus makin lengkaplah kemampuan bangsa ini dalam tipu-menipu dan akal-akalan.

(ini hanya obrolan sore hari sambil baca berita tentang hari anti korupsi di koran di warung kopi tempat saya mengkorupsi waktu bermalas-malas sebelum mulai kerja jadi jangan dianggap serius, sebab saya yakin bapak anda dan kakek-kakek anda adalah para pejuang pemberani dan jujur yang tidak akan mempunyai keturunan koruptor dan maling)

Kategori: Berita Hot · informasi · opini
Ditandai: , , ,

21 tanggapan so far ↓

  • suandana // Senin,Desember 17, 2007 pada 12:05 am

    *manggut-manggut*
    Analisa yang menarik tuh… Bener juga ya, sepertinya…

  • ziegrusak // Senin,Desember 17, 2007 pada 2:52 am

    sama aja, tukang ngeblog juga banyak (ga semua lohh!!) yg pengecut, sembunyi di dunia maya (termasuk aku juga)
    hahahahaha……. :lol:
    nek wani metu trus ngomong langsung rek!!

  • aRuL // Senin,Desember 17, 2007 pada 10:36 am

    walau gimana mereka adalah pejuang :)

  • kuchikuchi // Senin,Desember 17, 2007 pada 5:46 pm

    oo..pantesan.. kalo gitu kita bisa maklum skrg kenapa negara ini hancur lebur & ga bisa maju2. it’s in our genes! :P

  • reeyo // Senin,Desember 17, 2007 pada 6:37 pm

    ~~suandana~~
    sepertinya…. *cukup*

    ~~ziegrusak~~
    hahaha, jarang loh wong gelem nggeguyu awake dewe (ndelok jitoke dewe, tak tirune cak).

    ~~aRuL~~
    Pejuang untuk bertahan hidup dan menyelamatkan keturunan.. :)

    ~~kuchikuchi~~
    harus detoks biar bersih bad genes-nya

  • rezco // Senin,Desember 17, 2007 pada 11:35 pm

    lagu nenek moyangku seorang pelaut harus diganti, tuh :)

    gak usah diganti, nanti juga ada yang ngambil lagu itu…:)

  • Tetangga Blogger! « My Little Homeland // Selasa,Desember 18, 2007 pada 5:04 pm

    [...] anda selamat selama browsing dan surfing,menemukam hal-halyang bermanfaat di dunia dan akhirat [...]

  • sitijenang // Selasa,Desember 18, 2007 pada 5:59 pm

    kalo begitu mesti “dibunuh” lagi yang pengecut, biar muncul para pemberani :D

    *sek cak!! tak telusurane aku iki keturanane sopo, nek aku keturunan pengkhianat gak tak setujui usul pean*

  • hariadhi // Selasa,Desember 18, 2007 pada 9:36 pm

    indo-neeee-sia
    *=negerinya pemuja indo.

  • stey // Rabu,Desember 19, 2007 pada 3:12 am

    Ah iya, ternyata emang bangsa kita udah dari sononya gampang disuap untuk menjatuhkan bangsa sendiri yah?

  • uwiuw // Kamis,Desember 20, 2007 pada 12:41 am

    ah jangan percaya sama hal-hal seperti itu…krn bila kita mnegatakan bahwa diri kita begini dan begitu, sama aja seolah mendoa atawa menginginkan kita menjadi begitu

    ini ucapan yg sy ucapkan walau terkadang lebih mirip penipuan diri dari pada pernyataan : “bangsa indonesia itu orangnya ramah-ramah, pemberani, santun, dan mustahil bisa disuap”

    penipuan diri memang…tapi sy akan mengucapkannya dan beralasan bahwa itu cuma generasi tua, bukan generasi kami…dan saat kami pegang kendali, maka arah negeri ini akan jauh berbeda seolah dua bangsa dengan alur cerita nasib yg berbeda. kita lihat saja! :-D

    viva la indonesia!

    ~~hariadhi~~
    Tempat lahir beta, slalu dipuju-puja…

    ~~stey~~
    kok percaya sh?

    ~~uwiuw~~
    “bangsa indonesia itu orangnya ramah-ramah, pemberani, santun, walau tidak mustahil bisa disuap” *saya rubah dikit*
    penipuan yang dilakukan terus menerus dan berulang-ulang mungkin ada saatnya akan menjadi kebenaran…

  • Arif Budiman // Kamis,Desember 20, 2007 pada 3:11 am

    Pengecut???
    Nggak juga…

  • andi bagus // Kamis,Desember 20, 2007 pada 7:41 am

    tapi penghargaan kita kepada pejuang terdahulu patutlah ada..

  • mybenjeng // Kamis,Desember 20, 2007 pada 9:28 am

    analisa yang bagus… :)

  • morishige_pulang_fieldtrip // Kamis,Desember 20, 2007 pada 4:06 pm

    hmm..
    jangan terlalu cepat menggeneralisasi sesuatu.
    :mrgreen:
    btw, ni posingan ekstreme juga..
    :-)

  • sarah // Kamis,Desember 20, 2007 pada 8:46 pm

    Duh jangan gitu dunks..

  • akafuji // Jumat,Desember 21, 2007 pada 12:19 am

    Hmm…pengecut? koyo’e gak cak!!! tapi pemimpin saiki, akeh sing niru gaya feodal londo. Ijin nempelno blogmu nang blogku cak.wkekekke

    ngono tah cak?? dengan senang hati… ombo, eh monggo :) *moso kate ga gelem dipromosikan hwekewke*

  • reeyo // Jumat,Desember 21, 2007 pada 12:39 am

    ~~Arif Budiman~~
    Pengecut???
    Bisa Juga…
    ~~andi bagus~~
    penghargaan yang tulus seharusnya akan menimbulkan jaring-jaring yang bisa menahan dari melakukan dan bersikap berlawanan dengan apa yang dihargainya (para pejuang), patutkah para pejuang itu menerima penghargaan dari bangsa ini berupa segala kebobrokan?
    ~~mybenjeng~~
    *sek tak pikire yo :) *
    ~~morishige_pulang_fieldtrip~~
    tidak, kata “kita” dan “anda” saat di warung kopi hanya untuk kami berlima..:)
    ~~sarah~~
    trus maunya gimana? drunks…

  • thewhole // Senin,Desember 24, 2007 pada 12:30 am

    Analisis yang ngebuat saya kpingkal-pingkal..
    Boleh juga tuh..!!! Hebat…!!!
    Tapi…Apa pahlawan2 pemberani itu ga punya anak/keturunan ya?? atw jangan2 mereka masih perjaka alias belum kawin?? waduh bahaya klo hal ini sampe diketahui musuh2 Indonesia..Bisa2 impor cewek asing makin banyak ke Indonesia, hehe..PISS

    Hahaha, yang berkembang keturunan yang sekarang ini :) …PISS juga

  • peyek // Rabu,Desember 26, 2007 pada 7:15 pm

    Banner Wong Gresik ngeblog
    dapatkan disini!

    mari kita support dan kita dukung demi terciptanya wadah bagi blogger Gresik!

    banere sip cak!!, tak komentari nang kene ae soale komentku gak iso muncul nang gresik.wp.. hehehe

  • Achmad // Kamis,Maret 27, 2008 pada 9:23 am

    Assalamu’alaikum
    melu ngoment yo brow???
    aq wong ndeso sing lg urip nang JKT dadi haus bngt tentang warta-warte kampoeng halaman,,,,,,
    wacanane uapik temen Cak! aq setuju bngt emank ndewek iki keturunane wong gemblung kabeh,,,
    coba ndewek iki keturunane superman wong sak Indonesia iki mungkin iso mabur kabeh morak-marik ra usa numpak ankot/ transportasi liyane ben JKT iki g macet ngene,
    tul g cak?

    matur suwun cak

Tinggalkan sebuah Komentar