Saya hanya iingin mengucapkan rasa syukur karena masih mampu mengucapkan rasa syukur… (lagi…)
Entries categorized as ‘Kata Hati’
Selamat Tahun Baru
Rabu,Januari 9, 2008 · & Komentar
Selamat tahun baru 1429 semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua yang bisa menjadikan kita semua lebih ikhlas beribadah, lebih jauh meninggalkan hal-hal yang dilarang dan lebih dan lebih baik lagi….Amin
Doa Akhir tahun….
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau. Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan perbuatan yang Panjenengan larang hamba melakukannya, sedangkan hamba belum bertaubat dari padanya dan Panjenengan tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Panjenengan telah menyayangi hamba setelah Panjenengan kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Panjenengan menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Panjenengan. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Panjenengan, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.
Dan apa yang telah hamba kerjakan ditahun ini adalah berupa perbuatan yang Panjenengan ridhai dan Panjenengan janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Panjenengan terima amalan hamba dan jangan hendaknya Panjenengan putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”
Doa awal tahun…
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.
Wahai Tuhanku, panjenengan adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya dengan anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Panjenengan dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan- Panjenengan atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada- Panjenengan wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”
Amiin ya robbal ‘alamiin…
Kategori: Jalan yang satu · Kata Hati · ryo
Limbah Beracun Online
Jumat,Desember 7, 2007 · & Komentar
Biar gak mampet dan banjir kaya jalanan di kota anda gara-gara sampah yang gak dibuang dengan benar karena memang lahnnya terbatas sudah waktunya otak anda pun punya tempat sampah di jaman udah maju gini semua serba digital apa yang gak bisa anda temukan di intenet, sampe tempat sampah online bagi otak anda aja ada. (lagi…)
Kategori: Kata Hati · blog · informasi
Ditandai: blog, catatan lepas, informasi, teknologi
Televisi=Teman Terburuk
Rabu,Desember 5, 2007 · & Komentar
Ada sebuah penelitan dari Tim Penggerak PKK Surabaya yang dimuat Antara bahwa acara televisi (TV) yang aman ditonton anak-anak hanya sekitar 15 persen, lah yang 85 persen lagi tidak aman bukankah seharusnya tidak ditonton bahkan seharusnya tidak ditayangkan jika KPI dan LSF lebih tegas lagi bekerja. Sebetulnya banyak sekali yang menyuarakan tentang bahaya TV bagi anak, TV yang sebetulnya sangat dibutuhkan sebagai sarana penyaji informasi dan juga media hiburan saat ini dianggap lebih banyak bahayanya daripada manfaat yang bisa didapat. (lagi…)
Kategori: Kata Hati · koleksi dewasa
Ditandai: film, informasi, pendidikan
Terserah Anda
Rabu,Desember 5, 2007 · & Komentar
Saat itu saya sedang bertandang ke tempat kos seorang teman yang kebetulan tempat kosnya tepat ada di belakan rumah induk pemilik kos yang memiliki cucu laki-laki (waktu itu dia sd kelas dua) yang kelihatan cerdas sekali saat bercakap-cakap dengan anak kos yang umumnya mahasiswa, (lagi…)
Kategori: Kata Hati · koleksi dewasa
Ditandai: Hiburan, Televisi
Jangan-Jangan
Kamis,November 22, 2007 · 1 Komentar
Ada hal-hal yang di luar hari berpuasa sudah dilarang Allah, seperti makan dan minum yang haram, perbuatan-perbuatan maksiat yang lain, dalam bulan Ramadan larangan itu semakin ditekankan. (lagi…)
Kategori: Jalan yang satu · Kata Hati
Puasa ini
Rabu,Oktober 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
Hilang sudah kesan islami sepanjang hari. Lenyap sudah suasana “kota santri” dadakan. Kesan islami sepanjang hari selama Ramadhan akhirnya harus hilang sesaat setelah Lebaran. Suasana “kota santri” pun yang sering kita pertunjukkan di saat Ramadhan, kini kembali ke selera asal setelah Idul Fitri. Lenyap sudah suasana tersebut dan berganti suasana kehidupan bebas tanpa batas seperti sediakala.
Sobat muda muslim, waktu Ramadhan lalu, banyak di antara kita yang megenakan busana muslim/muslimah. Kita yang tergolong orang biasa dan mereka yang masuk kalangan seleb, semuanya punya pikiran dan perasaan: harus tampil islami. Meski hanya ditonjolkan lewat busana namun justru itulah cara termudah untuk ‘mengelabui’ orang. Percaya atau nggak masih bisa diperdebatkan.
Okelah, soal niat dan motivasi cuma pelakunya yang tahu dan tentu Allah Swt. Tapi yang pasti perubahan “dadakan” di bulan Ramadhan itu bisa berdampak positif dan negatif sekaligus. Positifnya jelas. Tampilnya sebagian dari kita mengenakan busana muslim/muslimah dan maraknya syiar Islam di bulan suci yang lalu memberi kesan bahwa kita sadar betul dengan apa yang harus kita lakukan, yakni menghormati bulan Ramadhan sekaligus nunjukkin bahwa diri kita serius menghargainya dengan cara menjaga imej diri dan menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Apalagi jika kemudian hijrah total dari kegelapan menuju cahaya Islam meski Ramadhan telah berlalu. Bukti riilnya ditunjukkan dengan tetap berbusana menutup aurat sesuai tuntunan syariat, juga perilaku yang ber-akhlaqul karimah selepas Ramadhan. Semoga
Namun, selain berbuah sisi positif, ternyata juga dalam “perubahan dadakan” itu memunculkan sisi negatif. Apalagi jika kemudian setelah Ramadhan berlalu, kita balik lagi ke selera asal. Jadinya, kesan bahwa kita itu memanfaatkan situasi jadi kentara banget. Yup, memanfaatkan momen Ramadhan hanya untuk kepentingan sesaat. Motivasinya lebih karena ingin dianggap baik di hadapan manusia: berbusana yang sopan, bertutur kata yang baik, berperilaku yang sesuai ajaran Islam, bahkan para musisi juga rame-rame bikin album religi di bulan suci. But, selepas Lebaran hilang semua itu. Nggak ada bekasnya sama sekali. So, jangan salahkan orang lain yang risih dengan perilaku “bunglon” seperti ini, karena agama kayaknya dianggap sebagai komoditas untuk menjaga atau memoles citra diri.
Semoga bulan Ramadan kali tidak hanya sekedar jadi bulan “penuh diskon” belanja menjelang berakhirnya bulan Ramadan seperti tahun-tahun yang lalu….
Semoga saja usai kita melewati bulan Ramadan ini, ada yang akan berubah pada diri kita,
yang menunjukkan bahwa kita orang yang telah berpuasa di bulan Ramadan ini…
Kategori: Kata Hati


